Catatan Ibn Fadlan tentang Rus (Viking)

05Pernah nonton The 13th Warrior ? Antonio Banderas sebagai Ahmad ibn Fadlan. Ibn Fadlan benar-benar ada, dia seorang utusan khalifah Abbasiyah.

Ahmad ibn Fadlān ibn al-Abbās ibn Rāšid ibn Hammād adalah seorang musafir Arab abad ke-10, terkenal karena catatan perjalanannya sebagai utusan Khalifah Abbasiyah dari Baghdad ke raja Bulgar di Volga. Catatan yang paling terkenal tentang perjumpaannya dengan Viking di Volga, dan ia termasuk seorang saksi mata ritual pemakaman kapal Viking.

Sebagian besar catatan Ibn Fadlan didedikasikan untuk mendeskripsikan orang-orang yang disebut Rus atau Rūsiyyah. Para ahli mengidentifikasi mereka dengan Rus ‘atau Varangians, yang membuat catatan Ibn Fadlan dijadikan sebagai penggambaran paling awal tentang Viking.

Dalam catatan Ibn Fadlan tentang Rūsiyyah (para ahli menganggapnya Viking Swedia) dideskripsikan Ibn Fadlan sebagai orang Arab :  Salah satu orang Rūsiyyah berdiri di sampingku dan aku mendengar dia berbicara dengan penerjemahku. Aku menanyai penerjemahku tentang apa yang dia katakan, dan ia menjawab, “Dia bilang, ‘Kalian orang Arab sangat bodoh !‘” Jadi aku berkata, “Kenapa?” Dan dia menjawab : ” Anda mengambil orang-orang yang sangat sayang kepada anda dan siapa yang paling anda hormati dan menempatkan mereka ke dalam tanah di mana serangga dan cacing memakan mereka. Kami membakarnya dalam sekejap, sehingga ia masuk surga seketika itu juga. .

Illustration of the expedition led by Ibn Fadlan to Northern Europe in a Russian museum in Narod, Russia.

Illustration of the expedition led by Ibn Fadlan to Northern Europe in a Russian museum in Narod, Russia.

Selama perjalanannya, Ibn Fadlan bertemu orang Rus, kelompok asal Swedia yang berdagang di ibukota Bulgar. Ketika Rus atau orang-orang dari ras lain datang dengan budak untuk dijual, raja Bulgar memiliki hak untuk memilih satu disetiap sepuluh  budak untuk dirinya sendiri.

Saya melihat orang Rus ketika mereka datang dalam perjalanan berdagang dan berkemah di Volga. Aku belum pernah melihat bentuk fisik yang sempurna, setinggi pohon kurma, pirang dan kemerah-merahan, mereka tidak mengenakan jubah atau juga kaftan, tapi para pria mengenakan pakaian yang menutupi salah satu sisi tubuh dan membiarkan bagian tangan.

Setiap orang memiliki kapak, pedang, pisau dan masing-masing dibawa mereka setiap saat. Pedang yang lebar dan beralur, seperti Frankish. Mereka bertato dari kuku jari hingga ke leher dengan warna hijau tua (atau hijau atau biru-hitam) seperti pohon, angka dll.

Setiap wanita memakai kotak besi dibagian dada dari perak, tembaga atau emas, nilainya menunjukkan kekayaan sang suami. Setiap kotak memiliki cincin untuk menggantung pisau. Para wanita memakai cincin/kalung dileher dari emas dan perak, masing-masing dihargai 10.000 dirham oleh suaminya,  beberapa wanita memiliki lebih banyak. Ornamen mereka yang paling berharga adalah manik-manik hijau gelas yang dibuat sama sebagai benda keramik yang ditemukan di kapal mereka. Mereka berdagang manik-manik di antara mereka sendiri dengan harga yang mahal karena mereka membelinya untuk tiap kepingan dirham. Mereka mengenakannya sebagai kalung untuk wanita .

Mereka adalah mahkluk ciptaan Tuhan paling kotor . Mereka tidak memiliki kesopanan dalam buang air besar dan buang air kecil, tidak mencuci setelah berhubungan intim dan juga tidak mencuci tangan mereka setelah makan. Jadi mereka seperti keledai liar. Ketika mereka datang dari negeri mereka dan berlabuh didaratan Volga, yang merupakan sebuah sungai besar, mereka membangun rumah-rumah besar dari kayu ditepian, masing-masing dimiliki sepuluh sampai dua puluh orang lebih atau kurang. Setiap orang memiliki kursi dimana tempat dia duduk. Bersama mereka ada budak perempuan cantik yang ditakdirkan untuk dijual ke pedagang: seorang pria akan melakukan hubungan seksual dengan budak perempuan sementara rekannya melihat. Kadang-kadang seluruh kelompok akan datang bersama-sama melakukannya, masing-masing di hadapan orang lain. Seorang pedagang yang datang untuk membeli budak perempuan dari mereka mungkin harus menunggu dan menyaksikan selagi orang Rus itu menyelesaikan hubungan seksual dengan seorang budak perempuan.

Setiap hari mereka harus mencuci wajah dan kepala mereka dan ini mereka lakukan dengan cara yang paling kotor dan mungkin paling jorok: yakni, setiap pagi seorang pelayan perempuan membawa baskom besar berisi air, dia berikan kepada tuannya dan dia kemudian mencuci tangan dan wajahnya dan rambutnya – dia menyisir menggunakan sisir keluar dan kedalam air, kemudian dia menghembuskan hidungnya dan meludah ke dalam baskom. Ketika dia selesai, pelayan membawa baskom kepada orang berikutnya, yang juga melakukan hal demikian. Dia membawa baskom itu untuk semua penghuni rumah secara bergiliran , dan masing-masing menghembuskan hidungnya, meludah, dan mencuci wajah dan rambut di dalamnya.

Norse Idol

Norse Idol

Ketika kapal tiba ke tempat penambatan ini, semua orang pergi ke darat dengan membawa roti, daging, susu dan minuman memabukan dan membawa dirinya kepada sepotong kayu panjang tegak lurus memiliki wajah seperti manusia dan dikelilingi oleh figur kecil, dihadapan pancang yang panjang di tanah itu, Orang rus itu bersujud dihadapan pahatan besar mengatakan ” O Tuhanku, aku datang dari negeri jauh dan bersamaku memiliki sejumlah gadis dan sejumlah kulit berbulu ” dan ia melanjutkan untuk menghitung semua barang-barang yang lain. Lalu ia mengatakan “Aku telah membawa persembahan ini untukmu,” dan meletakkan apa yang telah dibawanya, dan melanjutkan, “Aku berharap bahwa engkau akan mengirimkan aku seorang pedagang yang memiliki banyak dinar dan dirham, yang akan membeli dariku apapun yang aku inginkan (dijual) dan tidak akan membantah apapun yang aku katakan. ” Kemudian dia pergi.

Jika dia memiliki kesulitan menjual barang dagangannya dan dia akan tinggal lebih lama, dia akan kembali dengan persembahan kedua atau ketiga kalinya. Jika ia memiliki kesulitan lebih jauh, ia akan membawa persembahan untuk semua berhala kecil dan meminta syafaat pada berhala itu, dan mengatakan ” Ini adalah istri dari Tuhan kita dan putri-putrinya dan anak-anaknya.” lalu dia mendatangi setiap berhala secara bergilir, meminta syafaat dan berdoa dengan rendah hati. Seringkali penjualan berjalan lancar dan setelah terjual habis dia berkata, “Tuhanku telah memenuhi keinginanku, aku harus membalasnya,” dan ia mengambil sejumlah domba atau sapi dan menyembelih mereka, memberikan sebagian daging sebagai sedekah, membawa sisanya lalu meletakannya pada berhala besar dan berhala kecil di sekitarnya, dan menancapkan kepala sapi atau domba pada pancang. Di malam hari, anjing datang dan memakan semua, tapi salah satu yang memberikan sesembahan mengatakan, “Sesungguhnya, Tuhanku puas denganku dan telah memakan persembahan yang aku bawa untuknya.”

 

Orang yang sakit diletakkan di tenda terpisah dengan beberapa roti dan air dan orang-orang tidak datang untuk menjenguk dia, mereka tidak datang bahkan tidak bertemu dengannya setiap hari, terutama jika ia adalah orang miskin atau budak. Jika dia telah pulih, ia kembali kepada mereka, dan jika ia mati, mereka akan mengkremasinya. Jika dia adalah seorang budak, ia dibiarkan untuk dimakan oleh anjing dan burung pemangsa. Jika orang Rus menangkap seorang pencuri atau perampok, mereka menggantungnya di pohon yang tinggi dan meninggalkan dia menggantung sampai potongan tubuhnya jatuh.

Aku mendengar bahwa pada saat kematian tokoh utama mereka melakukan banyak hal, dimana setidaknya akan dikremasi, dan aku tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut. Akhirnya aku diberitahu tentang kematian salah satu dari orang-orang luar biasa mereka. Mereka menempatkannya disebuah pembaringan dan menaruh atap diatasnya selama sepuluh hari, sementara mereka memotong dan menjahit pakaian untuknya.

Jika almarhum adalah orang miskin mereka membuat perahu kecil, mereka membaringkannya didalamnya dan membakarnya. Jika di orang kaya, mereka mengumpulkan barang-barang dan membagi mereka menjadi tiga bagian, satu untuk keluarganya, lainnya untuk membayar pakaiannya, dan sepertiganya untuk membuat minuman yang memabukkan, yang mereka minum hingga hari dimana budak perempuan akan mengakhiri hidupnya dan dibakar bersama tuannya. Mereka memabukkan diri dengan meminum bir siang dan malam, kadang-kadang salah satu dari mereka meninggal dengan cangkir di tangan..

Pada saat pria yang aku bicarakan meninggal, budak perempuannya ditanya, “Siapa yang akan mati dengan dia?” salah satu menjawab, “ Aku ” Dia kemudian dirawat dua perempuan muda, yang mengawasi dan menemaninya di mana-mana,  kadang-kadang sampai ketempat mencuci kakinya dengan tangan mereka sendiri. Pakaian sedang dibuatkan untuk almarhum dan segala yang ia butuhkan sedang disiapkan . Sementara budak minum setiap hari dan bernyanyi membawa dirinya dalam kesenangan.

Ketika tiba hari di mana mayat dan budak perempuan itu akan dikremasi, aku pergi ke sungai tempat dimana kapalnya berada. Saya melihat mereka telah menarik kapal itu kedarat, dan mereka mendirikan empat papan birch (khadank) dan jenis-jenis kayu lainnya dan disekitar itu mereka telah menempatkan susunan menyerupai perancah (anabir). Kemudian mereka menarik kapal ke atas susunan kayu itu . Kemudian mereka mulai datang dan berbicara dengan kata-kata yang saya tidak mengerti, sementara mayat itu masih dalam pembaringannya dan belum dibawa keluar. Hari kesepuluh kapal itu ditarik ke tepi sungai dan mereka menjaganya.

Di atas kapal itu mereka menyiapkan tenda atau paviliun kayu dan menutupinya dengan berbagai macam kain. Mereka kemudian membawa tandu yang ditempatkan di atas kapal, mereka menutupinya dengan permadani dari brokat Bizantium dan dengan bantal dari brokat Bizantium. Kemudian seorang wanita tua, yang mereka sebut Malaikat Maut, datang dan menyebarkan hiasan di tandu itu. Dia yang bertugas memutuskan dan mengatur segala sesuatu, dan dia juga yang akan membunuh budak perempuan. Aku melihat ia adalah seorang wanita tua tegap, gemuk dan tampak suram.

The ship burial of the Viking (Varangian) ruler Igor the Old in Kievan Rus', by Heinrich Semiradzki (1845-1902). State Historical Museum, Moscow

The ship burial of the Viking (Varangian) ruler Igor the Old in Kievan Rus’, by Heinrich Semiradzki (1845-1902). State Historical Museum, Moscow

Pada saat mereka datang ke pemakaman mereka membesihkan tanah dari kayu, kemudian membersihkan kayu itu dan melepaskan pakaian yang dikenakan mayat ketika meninggal . Aku bisa melihat bahwa ia telah menjadi hitam karena dinginnya tanah. Mereka meletakkan minuman memabukkan, buah, dan alat musik petik dipembaringan bersama mayat. Mayat itu tidak bau,  hanya warna kulitnya telah berubah. Mereka memakaikan dia celana, stoking, sepatu bot, tunik, kaftan dan brokat dengan kancing emas. Mereka mengenakan topi brokat dan bulu binatang pada dirinya. Mereka membawanya ke sebuah tenda pavilliun yang berdiri di atas kapal, dan membaringkannya di permadani dan mendudukkannya dengan bantal. Mereka membawa minuman memabukkan, buah-buahan, dan tanaman harum, yang mereka letakkan bersamanya, kemudian roti, daging, dan bawang, yang mereka tempatkan di depannya. Kemudian mereka membawa anjing, yang mereka potong menjadi dua dan dimasukkan ke dalam kapal itu. Kemudian mereka membawa senjata dan menempatkan mereka di sisinya. Kemudian mereka mengambil dua kuda, membawa mereka berlari-lari hingga mereka berkeringat, kemudian kuda itu dipotong-potong dengan pedang dan menempatkan mereka di kapal itu. Selanjutnya mereka membunuh ayam jantan dan ayam betina dan melemparkannya kedalam. Budak perempuan yang ingin dibunuh itu pergi ke ke masing-masing tenda dan tuan dari setiap tenda melakukan hubungan seksual dengan perempuan itu dan berkata, “Katakan pada tuanmu saya melakukan ini karena cinta kepadanya. “

Jumat sore mereka membawa budak perempuan ke suatu tempat yang telah mereka buat menyerupai bingkai pintu. Dia meletakkan kakinya pada telapak tangan laki-laki dan kemudian mereka mengangkat tubuh budak perempuan itu menghadap bingkai . Dia berbicara beberapa kata dan mereka menurunkan budak perempuan itu lagi. Untuk kedua kalinya mereka mengangkat budak perempuan itu dan dia melakukan seperti apa yang dia lakukan tadi, kemudian mereka menurunkan budak perempuan itu. Mereka mengangkat budak perempuan itu untuk ketiga kalinya dan dia melakukan seperti yang dia lakukan sebelumnya. Kemudian mereka membawakannya seekor ayam betina, perempuam itu memotong kepalanya lalu dilemparkan, dan kemudian mereka mengambil ayam betina itu dan memasukkannya ke dalam kapal. Aku bertanya kepada penerjemah apa yang dia dilakukan. Dia menjawab, “Pertama mereka mengangkat budak perempuan itu berkata, Sungguh, aku melihat ayah dan ibuku. “Kedua kalinya budak perempuan itu berkata Saya melihat semua kerabat saya yang mati sedang duduk. ‘Ketiga kalinya budak perempuan itu berkata, Saya melihat tuanku duduk di surga dan surga yang indah dan hijau, bersamanya ada laki-laki dan pelayan laki-laki. Dia memanggil saya. Bawalah aku kepadanya. ” Sekarang mereka membawa budak perempuan itu ke kapal, Dia melepaskan kedua gelang yang dikenakannya dan memberikan keduanya kepada wanita tua yang disebut Malaikat Maut, yang akan membunuhnya,. Kemudian dia melepas dua cincin jari yang dia kenakan dan memberikannya kepada dua gadis yang telah melayani dia yang merupakan anak perempuan wanita bernama Malaikat Maut itu. Kemudian mereka membawa budak perempuam itu ke atas kapal tetapi mereka tidak membiarkan dia masuk ke tenda paviliun.

Orang-orang datang dengan perisai dan tongkat. Budak perempuam itu diberi secangkir minuman memabukkan, dia bernyanyi saat mengambilnya dan meminumnya. Penerjemah mengatakan kepada saya bahwa budak perempuam itu mengucapkan selamat tinggal kepada semua teman perempuannya. Kemudian dia diberi secangkir lagi, dia meraihnya dan bernyanyi untuk waktu yang lama sementara wanita tua itu membujuknya meminum hingga habis dan pergi ke dalam tenda paviliun di mana tuannya berbaring. Aku melihat bahwa budak perempuam itu bingung, dia ingin masuk ke dalam tenda paviliun tapi meletakkan kepalanya diantara tenda paviliun . Kemudian wanita tua itu menarik kepalanya dan membawa budak perempuam itu masuk kedalam tenda paviliun dan ikut masuk bersamanya. Kemudian orang-orang mulai memukulkan tongkat pada perisai agar tangisannya tidak terdengar dan agar budak perempuam lain tidak akan berusaha untuk menghindari kematian bersama majikan mereka. Kemudian enam orang pria masuk ke dalam tenda paviliun dan satu persatu melakukan hubungan intim dengan budak perempuan itu. Kemudian membaringkan budak perempuan itu di sisi mayat tuannya, dua memegang kakinya dan dua memegang tangannya, wanita tua yang dikenal sebagai Malaikat Maut masuk kembali dan melingkarkan seutas tali di leher budak perempuan itu dan memberikan ujungnya yang disilangkan kepada dua pria untuk ditarik. Kemudian ia menghampiri budak perempuan itu dengan pisau dua mata sisi, dimana ia tusukkan antara tulang rusuk berkali-kali, dan para pria mencekiknya dengan tali sampai dia mati.

Kemudian kerabat terdekat dari orang yang meninggal datang, setelah budak perempuan yang telah mereka bunuh ditempatkan disamping tuannya, kemudian mengambil sepotong kayu yang dinyalakan di api, dan berjalan mundur dengan bagian belakang kepalanya ke arah kapal dan wajahnya berpaling ke arah orang-orang, dengan satu tangan memegang tongkat menyala dan  tangan yang lain berada di bokongnya, dia telanjang. Dia menyalakan kayu yang telah dibentuk di bawah kapal. Kemudian orang-orang datang masing-masing memegang sepotong kayu yang telah terbakar hampir habis dan dimasukkan ke dalam tumpukan kayu di bawah kapal. Kemudian api melalap kayu, maka kapal, paviliun, pria, budak perempuan itu, dan segala sesuatu di kapal. Sebuah angin kencang mulai bertiup menakutkan , sehingga api menyala dan lebih besar.

Ship burial

Ship burial

Salah satu orang Rus yang berada di sampingku dan saya mendengar dia berbicara kepada penerjemah, yang juga hadir. Aku bertanya kepada penarjemah apa yang dia katakan. Dia menjawab, “Dia bilang, ‘Kamu orang Arab bodoh.’ “” Kenapa? “Aku bertanya padanya. Dia berkata, “Anda mengambil orang-orang yang sangat sayang kepada anda dan siapa yang paling anda hormati dan menempatkan mereka ke dalam tanah di mana serangga dan cacing memakan mereka. Kami membakarnya dalam sekejap, sehingga ia masuk surga seketika itu juga.” Lalu ia mulai tertawa terbahak-bahak. Ketika saya bertanya mengapa dia tertawa, dia berkata, “Tuhan-nya, karena cinta kepada dia, telah mengirimkan angin untuk membawanya pergi dalam sejam.” Dan sebenarnya belum sejam berlalu kapal, kayu, gadis itu, dan tuannya itu hanyalah abu dan abu.

Kemudian ditempat dimana kapal yang mereka telah tarik keluar dari sungai mereka membangun sesuatu seperti bukit bulat kecil, di bagian tengah dari dimana mereka mendirikan papan kayu birch besar, dimana mereka menulis nama pria dan nama raja Rus dan mereka pergi.

Salah satu kebiasaan raja Rus bahwa didalam istananya memiliki empat ratus orang, yang paling berani dari teman-temannya dan orang-orang ia bisa andalkan.  Inilah orang-orang yang akan mati bersamanya dan membiarkan mereka bunuh diri untuknya. Masing-masing orang memiliki seorang budak perempuan yang melayaninya, mencuci kepalanya, dan mempersiapkan semua yang ia makan dan minum, dan dia juga memiliki budak perempuan lainnya yang tidur bersamanya. Keempat ratus orang ini duduk bersama dalam singgasana raja, yang sangat besar dan bertatahkan batu mulia. Dengan tahtanya duduk empat puluh budak perempuan ditakdirkan untuk berada di tempat tidurnya. Sesekali ia hubungan intim dengan salah satu dari mereka di hadapan teman-temannya seperti di antaranya telah kita bicarakan, tanpa turun dari singgasana. Ketika dia ingin memenuhi kebutuhan alaminya, ia menggunakan sebuah baskom. Ketika ia ingin berkendara keluar, kudanya dibawa ke singgasana dan dia menungganginya. Jika dia ingin untuk turun, dia  bisa turun di singgasananya. Dia memiliki seorang panglima yang memerintahkan pasukannya, membuat perang terhadap musuh-musuhnya, dan memainkan perannya diantara rakyatnya.

Note: Artikel ini diterjemahkan dari bahasa inggris mohon maaf bila ada kesalahan

Sumber : “http://www.vikinganswerlady.com/ibn_fdln.shtml”,”http://www.archeurope.com/index.php?page=the-risala-of-ibn-fadlan” dan berbagai sumber lainnya.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: